Kau tahu? London itu kota sepakbola jaman modern. Jaman-jaman sekarang nih, London tempat yang asik untuk bermain bagi pemain dan asik di tonton untuk penonton. Disana ada sekiranya 4 klub besar liga primer inggris, Arsenal, Chelsea, Everton. Tapi, satu lagi gue lupa apa itu.
Tiap weekend nih, masyarakat kota setempat pasti keluar untuk ramai-ramai pergi ke stadion tempat klub kebanggaan masing-masing bermain. Atau jika tak kebagian tiket, pastinya kafe-kafe disana akan dipadati oleh nonton bareng. Bersorak jika menang dan murung jika tidak memuaskan hasilnya.
Dari situ kita bisa lihat sekarang, sepakbola di London dan inggris pada umumnya merupakan half of life, bagian dari hidup mereka masing-masing. Pada hari dan jam kerja mereka seberusaha mungkin mengumpulkan uang, dan sebagian dari uang itu nantinya akan digunakan untuk membeli tiket bola yang lumayan harganya. Jika taka da uang pun, nampaknya masyarakat tidak akan tinggal diam. Mereka pasti akan mengunjungi kafe setempat, sekedar minum bir atau bertemu kolega.
Itu bagi kalangan menengah ke bawah, lain lagi dengan kalangan atas sampai menengah atas. Mereka sudah jauh-jauh hari ketika awal-awal tahun kompetisi baru untuk membeli tiket terusan, artinya satu tiket untuk semua pertandingan kandang musim itu (hal yang tidak ada di Indonesia).
Intinya, sepakbola disana merupakan hal yang sangat senditif bagi kehidupan. Sepakbola tak hanya menjadi konsumsi pecinta sepakbola saja, sekarang sudah menjadi konsumsi banyak pihak. Dari mulai menggunakan wajah yang atletis, hingga peluang bisnis yang sangat besar, terutama lagi jika kita berbicara inggris, disana sepakbola sudah menjadi sebuah industry besar-besaran.
Tak pandang bulu, baik klub medioker (ecek-ecek), hingga klub bintang 5, selalu mendapat perhatian bagi para pelaku bisnis. Harusnya itu juga yang dilakukan di Indonesia. Perhatian dari semua pihak untuk membangkitkan arwah sepakbola yang diidamkan.
Atmosfer kita sudah terbentuk, hanya kita tak suka nobar di kafe, kita lebih memilih rumah atau balai RW untuk nonton bareng, atau bahkan di lapangan luas. Tinggal ada yang menaruh “perhatian” di klub sepakbola kita, kita pasti bisa berharap banyak.
To be continued...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar