Sebentar ya, gue tunda dulu tulisan gue tentang London dan Indonesia. Gue mau sedikit bahas Sriwijaya FC, klub sepak bola asal Palembang yang baru aja gagal lolos ke Liga Champions Asia setelah di gasak Al-Ain 0-4, di palembang.
Begini, sebenarnya ini peluang sangat manis bagi Indonesia menempatkan wakilnya yang kedua di liga champions asia, setelah Arema sebelumnya sebagai juara liga yang otomatis lolos. Sriwijaya ikut play off sebagai juara piala Indonesia, cukup ribet ya. Pusing saya menjelaskan. Tapi intinya, jika tadi sore Sriwijaya menang, maka
Indonesia akan bangga. Ada dua wakil di liga champions.
Gue akan menjelaskan pertandingannya saja. Sriwijaya sudah punya nyali sebenarnya untuk setidaknya mengimbangi bahkan ada kemungkinan bisa memenangkan pertandingan.
Cuma sekali lagi, klub-klub Indonesia selalu menghadapi Faktor non-teknis ketika berlaga di kancah Internasioanal. Kendala kali in yang melanda Sriwijaya adalah, cedera pemain, fisik yang sudah terkuras, dan juga kekurangan stok pemain untuk melapis.
Cedera yang melanda Firman, Ridwan. Memang sangat berpengaruh, Sriwijaya seperti kehilangan roh pertandingan. Walaupun tak buruk bermain, tapi bisa gue bayangin, akan beda hasil dan permainan ketika pemain itu ikut bermain.
Ada juga yang mengikuti pelatnas panjang timnas, macam Okto. Sebuah kerugian besar memang, tapi ya begini sepak bola, the match must go on. Apapun yang terjadi, pertandingan harus tetap di jalani dengan serius. Alhasil, Sriwijaya pun ‘terpaksa’ menurunkan pemain yang tidak biasa bertanding Internasional dan kualitasnya pun masih di bawah pemain andalan.
Kemudian ada factor fisik yang terkuras, bagaimana tidak. Seminggu belakangan ini Sriwijaya main sekitar 3 kali, semifinal Play-off, liga Indonesia, dan final play off. Jumlah menitnya hamper menyentuh 400 menit!!. Klub eropa pun paling banter hanya 2 kali tampil dalam seminggu.
Itu semua berkat jadwal dikompetisi local yang semerawut. Masih banyaknya pertandingan yang ditunda, dan juga ada pertandingan yang di tempatkan di tengah minggu. Sungguh aneh. Bahkan ada juga dalam minggu itu ada tim yang belum bermain. Sungguh tak adil.
Idealnya, semua tim liga bertanding di satu minggu yang sama. Tapi di liga Indonesia?? Semua itu beda. Badan Liga Indonesia, tidak becus ngurus jadwal. Masa susah buat jadwal yang di sabtu-minggu semua tim kebagian tampil.
To be continued…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar